Senin, 11 Juli 2011

harus bagaimana????

entah apa yang terjadi, untuk memulai menggerakkan jari jemari ini rasana amat sulit.
seolah tak ada kata yang bisa terucap, namun sebenarna banyak yang ingin  terungkap...
aku di sini, di sudut ruang yang terasa asing bagiku, aku menuliskan sesuatu yang ak tak tau apa itu.
aku ingin bebas, menggapai semua anganku.
dalam kegelisahan ini, aku tak temukan diriku yang dulu.
aku seolah tak bernyawa.
hanya raga yang nampak, namun hati seolah tak tampak.
begitu banyak hal yang menjadi keinginanku.
satu per satu kumulai menelusurina.
namun, aku masih jalan di tempat.
hanya pikirku saja yang membuatna seolah bergerak.
sebenarna tidak.
aku bergerak hanya di dalam ruang gerakku.
sempit...
membuat alam sadarku terkungkung rapi
dan terisolasi...
apa?
bagaimana?
mengapa?
kapan?
dmana?
semua pertanyaan2 yang ada di memori hanya semu.
yang memperlambat gerakan.
huuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhh...................!!!!!!!!!!!!!
hati ini meronta...!!!!
karna ia tak tau apa yang sebenarna ia inginkan.
ia tak lagi temukan siapa ia sebenarna.
ia terpenjara dalam ego yang membuatna pedih.
harus bagaimana????????

Selasa, 14 Juni 2011

Berhenti berharap

Ini tulisan tentang orang yang gundah.
Lalu tiba-tiba berubah menjadi amarah dalam diamnya
Tak mampu ia tertawa atau setidaknya tersenyum dibalik lukanya
Ia terdiam seolah kalah dalam perang
Jatuh.
Ia berdarah.
Merunduk, Berbalik punggung dan menghitam.



"Aku Pulang, tanpa dendam. ku terima kekalahanku"


Sudut Ruang, 14 Juni 2011

Sabtu, 04 Juni 2011

aku ingin bercerita, namun karna terlalu banyak yang ingin diceritakan, aku bingung mau cerita apa?hehe...
lihatlah bintang yang menghiasi malam ini, mengubah biruku menjadi hitam kelam (ya iyalah...namana juga malam,^^)...
aku kangen biruku, ingin kedamaianku...
rindu ceriaku...
rindu semua yang ada pada diriku...

for purple, miss you so much...
sepertina banyak yang ingin kita lakukan bersama jika kita bertemu muka...
rencana2 kita kapan terealisasikan?haha

hmmmm..........
kalut juga malam ini terasa sepi,
padahal suasana begitu ramai.
apa yang terjadi padaku?
aku pun tak tahu...
huuuuuuuffffffttttt

semoga esok akan lebih baik dari sekarang..
terkadang aku melupakan mottoku sejenak...
padahal itu bisa sedikit menghiburku...
keep fight...!!!

apapun yang terjadi, tetap tersenyum dan semangat...!!!\^_^/

Selasa, 31 Mei 2011

For Purple

apakah kita salah mencoba menikmati tarian kita di atas luka kita?
engkau tahu ada berjuta prahara dalam senyumku,
aku mengerti aku salah, 
tapi entah kenapa aku tak tahu bagaimana memperbaikinya...
aku seperti menemukan orang yang salah...
hatiku tak dapat kuatur,
seolah membangkang dengan logikaku.
apa yang harus kulakukan?
dilema...
seperti dirimu yang belum mampu mengatasi hatimu untuknya,
mungkin sekarang kita sama...
aku belum mengenalnya,
aku merasa nyaman dengannya,
tapi aku tak ingin dia berbohong kembali,
jika boleh memilih,
seburuk apa pun rupanya,
asal hatinya tak buruk juga,
aku mampu terima dia apa adanya....
tapi dia pernah berbohong sekali padaku...
dan kali ini pun aku merasa dia kembali mengulang ulahnya...
apa yang harus kulakukan?

Selasa, 24 Mei 2011

Kepada Biru...


Senja menjelang malam kuketuk pintumu. Berharap kudengar suaramu. Dengarlah bisikku yang sedari tadi mengayun indah bak bunga ungu di taman-taman hati kita. Meski aku tak tau, pun kau tak tau isyarat qalbuku qalbumu. Tentang keinginan atau mungkin semua hanya khayalan.
Biru... sepertinya kita memang sedang berkhayal, merangkaikan sebuah cerita dalam imaji kita. Kita tertawa hingga akhirnya pun terluka.
Kau aku menangis dalam tawa yang tiada seorang pun disekeliling kita yang tau bagaimana jadi kita. Kau tersenyum, tapi aku tau itu luka. Aku tersenyum, namun itu juga prahara. Kita sedang bersandiwara diatas luka kita. Menari bersama, bermain patahan kata-kata, lewat khayalan dunia kita. Mungkin mereka piker kita ini gila. Tapi kita tau, inilah rasa kita. Rasa insan biasa yang coba mengecapnya indah dunia dalam kata.
Bila pun mereka harus pergi, biar kita saja yang berlari. Mencari secercah cahaya-Nya. Yang mungkin saat ini mulai meredup dalam hati kita.

Allahumma sholi wa salim ‘alaa Muhammad.....

By: Purple

Blue on Purple


Blue On Purple....
Lahir 19 May 2011. Hasil diskusi 2 sahabatan yang saling mengenal via dunia maya :)
Pencetusnya adalah Purple, yang menginginkan sesuatu yang tak biasa untuk setiap postingan-postingannya. Bersinergi dalam tulisan dengan sahabatnya "Blue" ia rasa Seru juga.
Komunikasi diskusi pun awalnya berjalan via maya. Lanjut, dua sahabat ini pun saling berbalas sms.
Pencarian nama pun mulai dilakukan, berawal dari saling sharing nama pena. Setelah pencarian selesai, dan masing-masing dari dua sahabat ini mengemukakan ide namanya yang cocok, lalu tercetuslah nama blog "blueonpurple" oleh "Blue".
So... setelah Purple meng"iya"kan. Lahirlah "blueonpurple" sebagai blog baru dua sohiban ini.
okey.... Keep Writing^_^

Senin, 23 Mei 2011

lagi merenung...

Apa yang kan dilakukan ketika kita tahu ternyata kita salah melangkah namum tak mampu balik ke tempat langkah kita berawal? Kita teruskan langkah atau memutar arah? Sungguh, keadaan ini sangat mengganggu. Seperti jatuh pada danau yang sudah tak layak disebut danau. Tempat yang sangat dihindari, sedangkan kita akan menuju danau tersebut? Tinggal memilih antara ke sana atau kembali ke tempat kita berawal dan itu sangat sulit dijangkau.
Banyak yang janggal dalam kisah ini. Tokoh-tokohnya semakin egois karna mementingkan peran masing-masing. Terkadang ingin cepat-cepat menyelesaikan cerita yang membingungkan ini namun ragu karna langkah ini belum pasti.
Sulit diterka, misterius, dan tak gampang tuk dipercaya. Itulah tokoh utama. Sedangkan yang berusaha mengimbanginya harus benar-benar mengikuti alur yang dia mainkan. Bingung…ragu…dan sebaiknya dihentikan saja. Tapi belum dapat cara yang tepat untuk menghentikan itu semua.
Akankah api yang sudah dinyalakan akan semakin membesar? Entahlah…
Ketika dalam posisi seperti ini, sulit untuk percaya sama siapa pun, walaupun itu teman atau sahabat yang dekat.
Kepercayaan itu entah lari kemana, dulu amat dekat. Sekarang, tak dikenal lagi. Makanan apakah itu, untuk siapakah itu, dan bagaimana memakannya? Kepercayaan tak lagi menjadi momok yang dikagumi. Ia amat jauh dari pandangan, dan sulit digapai. Mungkin hanya hati yang benar-benar bersih yang akan meraihnya. Apa itu artinya, hati ini sedang tidak bersih? Ya, mungkin saja.
Ya Allah, sungguh kuinginkan Kau yang bersemayam di hati dan pikiranku. Aku ingin hati ini benar-benar bersih dari segala penyakit hati. Aku malu pada diriku sendiri, apakah masih pantas meminta-Mu bersemayam dan memuliakanku padahal aku sendiri tak memuliakan-Mu? Ya Allah, ampuni aku….akankah Kau baca tulisanku ini, sebagai ungkapan gundahku. Tunjukkanlah jalan yang lurus padaku, berikanlah cahaya cinta-Mu dalam tiap gelapku. Hindarkanlah diriku dari kejahatan dunia akhiratku. Ya Allah, ampuni aku…ampuni aku… T_T

by : blue