Senja menjelang malam kuketuk pintumu. Berharap kudengar suaramu. Dengarlah bisikku yang sedari tadi mengayun indah bak bunga ungu di taman-taman hati kita. Meski aku tak tau, pun kau tak tau isyarat qalbuku qalbumu. Tentang keinginan atau mungkin semua hanya khayalan.
Biru... sepertinya kita memang sedang berkhayal, merangkaikan sebuah cerita dalam imaji kita. Kita tertawa hingga akhirnya pun terluka.
Kau aku menangis dalam tawa yang tiada seorang pun disekeliling kita yang tau bagaimana jadi kita. Kau tersenyum, tapi aku tau itu luka. Aku tersenyum, namun itu juga prahara. Kita sedang bersandiwara diatas luka kita. Menari bersama, bermain patahan kata-kata, lewat khayalan dunia kita. Mungkin mereka piker kita ini gila. Tapi kita tau, inilah rasa kita. Rasa insan biasa yang coba mengecapnya indah dunia dalam kata.
Bila pun mereka harus pergi, biar kita saja yang berlari. Mencari secercah cahaya-Nya. Yang mungkin saat ini mulai meredup dalam hati kita.
By: Purple

Tidak ada komentar:
Posting Komentar